Author Profile: Hendra Veejay

Biography »

Penulis yang telah menghasilkan 3 novel ini adalah salah satu pegiat komunitas Penulis Forum Lingkar Pena (FLP) Bandung. Mulai memproduksi film pendek dan video klip sejak tahun 2008 dan menulis skenario film untuk Konsorsium Film Indonesia (KFI). Selain giat mengembangkan komunitas film di Bandung , dia juga aktif menulis di Pikiran Rakyat dan blog pribadinya.
Email the author

Publications »

Pembelokan Fiksi Sejarah (Sebuah Tinjauan Singkat Data dan Fakta dalam Beberapa Film Sejarah)
By Hendra Veejay
Posted in Headline, Review on 20 January 2010
Stats: and No Comments

Menyambung dengan tulisan tentang film Balibo beberapa waktu yang lalu, tulisan kali ini akan membahas beberapa film sejarah yang melenceng dari kenyataan. Kembali pembahasan akan lebih condong pada film-film Hollywood.

Balibo, Ketika Indonesia Jadi Semakin Hitam
By Hendra Veejay
Posted in Headline, Review on 3 January 2010
Stats: and No Comments

Balibo adalah sebuah thriller politik yang diangkat dari kisah nyata terbunuhnya lima wartawan TV Australia pada Oktober 1975. Mereka adalah Greg Shackleton, Tony Stewart, Gary Cunningham (Channel 7), lalu Brian Peters dan Malcolm Rennie (Channel 9). Mereka hilang saat meliput peristiwa invasi Indonesia di desa Balibo, yang terletak di perbatasan Indonesia dengan Timor Timur.

Superhero Indonesia Menuju Dunia Internasional
By Hendra Veejay
Posted in Headline, Review on 20 November 2009
Stats: and 1 Comment

Bioskop-bioskop pernah diserbu orang-orang sakti itu di waktu yang berdekatan, mulai dari Spiderman, Batman, Hulk, Iron Man, atau Fantastic 4. Sayangnya, semua superhero itu meski ruang lingkup “tugasnya” melingkupi seluruh dunia tapi semuanya tinggal di Amerika. Dengan logika filmmaker Indonesia, kondisi itu menimbulkan pertanyaan :Apakah Indonesia punya superhero kelas dunia yang bisa diangkat menjadi sebuah film?

Pentingnya Film Khianati Novel
By Hendra Veejay
Posted in Headline, Review on 14 October 2009
Stats: and No Comments

Dalam sebuah diskusi film KCB, Hikmat Gumelar mengatakan bahwa film Ayat Ayat Cinta (AAC) lebih berhasil karena dia berani “mengkhianati” novelnya. Ini pernyataan yang menarik lantaran pernyataan ini menjelaskan banyak hal mengapa sebuah film yang diadaptasi dari novel kadang tidak berhasil.

Meraih Mimpi, Bukti Gagalnya Hierarki Penokohan
By Hendra Veejay
Posted in Headline, Review on 3 October 2009
Stats: and No Comments

Ada sebuah komponen penting dalam membangun sebuah karya fiksi yang kadang dilupakan oleh penulisnya, yaitu sisi penokohan. Sepenting apa penokohan dalam sebuah karya? Begini ilustrasinya. Sebuah karya fiksi biasanya mengajukan sebuah tanda tanya besar pada penonton. Sebuah tanda tanya yang jawabannya akan mereka dapatkan di akhir cerita.