Author Profile: Adistya Dhani

Biography »

Publications »

Adegan ‘Standar’ dalam Film
By Adistya Dhani
Posted in Headline, Review on 13 December 2009
Stats: and No Comments

Setiap kali menyaksikan sebuah film, pernahkah anda memperhatikan adanya beberapa adegan yang menguntungkan sang tokoh utama? Seperti saat terjadi sebuah ledakan, maka sang tokoh utama justru jatuh didaerah berumput dan jauh dari puing-puing ledakan? Nah, berikut akan dibahas beberapa adegan ‘standar’ dalam film yang mungkin sudah bosan anda jumpai.

Minimnya Film Fantasi dan Fiksi Ilmiah Indonesia
By Adistya Dhani
Posted in Headline, Review on 7 December 2009
Stats: and No Comments

Film memiliki banyak sekali genre. Dalam satu film saja, kita bisa ditawarkan lebih dari satu genre. Dimanakah film fantasi dan fiksi ilmiah Indonesia? Padahal Indonesia termasuk Negara yang memiliki materi cerita yang cukup menarik untuk diangkat ke dalam film layar lebar dengan kategori film fantasi ataupun fiksi ilmiah.

Riri Riza Tanggap Positif “Me, My Sister, and Muhamad Ali”
By Adistya Dhani
Posted in Headline, Review on 21 October 2009
Stats: and No Comments

Sebelum berdiskusi bersama peserta The Body Shop “Think-Act-Change” di Bandung, Riri Riza (sutradara Laskar Pelangi) dan Sastha Sunu (editor Laskar Pelangi) berkesempatan hadir di base camp Salman Films. Keduanya sempat menyaksikan film Me, My Sister & Muhamad Ali karya iQbal Alfajri.

The Body Shop Kunjungi Peserta Kompetisi Film di Bandung
By Adistya Dhani
Posted in Headline, Review on 21 October 2009
Stats: and No Comments

Memasuki penjurian akhir, The Body Shop “Think-Act-Change” Documentary Film Competition memulai kunjungan ke kota-kota peserta kompetisi. Di tiap kota, para tutor akan berdiskusi dan melihat progress film yang dibuat peserta lomba.

cin(T)a: Bukan Sekedar Cerita Cinta
By Adistya Dhani
Posted in Headline, Review on 16 September 2009
Stats: and 4 Comments

Jika melihat dari judul filmnya saja, semua orang dengan mudah akan langsung mengetahui cerita yang diangkat film ini. Tidak ada yang isitimewa. Namun, ditengah dominasi film horor dan remaja yang menjurus kepada seks semata, cin(T)a hadir menawarkan tema yang ‘berani’ dan tidak umum untuk sebuah kisah cinta sepanjang perfilman Indonesia.